
In House Training: Pengawas Disdik Wilayah VI dan dosen Universitas Tiga Serangkai berbagi strategi pembelajaran mendalam serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
JURNALIS MANDALA – SMA Negeri 2 Karanganyar menggelar In House Training (IHT) bertema “Pembelajaran Mendalam dan Integrasi Teknologi dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran“ pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sekretariat SMAN 2 Karanganyar tersebut menjadi agenda pembuka bagi para guru setelah masa libur cuti semester. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen meningkatkan kompetensi profesional di era transformasi pendidikan. IHT menghadirkan dua narasumber yang membahas pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta. Suasana khidmat dan penuh semangat mengawali pelaksanaan pelatihan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 2 Karanganyar, Sri Paminto, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang tetap hadir mengikuti pelatihan meskipun baru memasuki masa aktif setelah libur semester. Menurutnya, semangat belajar guru merupakan modal utama dalam memajukan kualitas sekolah.
Sri Paminto juga menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para pendidik yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kompetensi. Bahkan, beberapa guru yang masih menjalani cuti tetap meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru SMAN 2 Karanganyar yang tetap bersemangat mengikuti In House Training setelah libur cuti semester. Bahkan masih ada beberapa guru yang sedang cuti, tetapi tetap hadir mengikuti kegiatan ini. Semangat seperti inilah yang menjadi modal besar untuk memajukan sekolah kita tercinta,” ujar Sri Paminto. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung terhadap mutu layanan pendidikan di sekolah.
Sesi pertama menghadirkan Pengawas Dinas Pendidikan Wilayah VI, Dwi Ristanto, S.Pd., M.Pd., yang membawakan materi mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ia menjelaskan bahwa paradigma pembelajaran saat ini tidak lagi berorientasi pada banyaknya materi yang disampaikan guru, melainkan pada kualitas pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik. Guru dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang membuat siswa aktif berpikir, berefleksi, dan memahami makna dari setiap proses belajar. Selama pemaparan materi, peserta terlihat aktif berdiskusi dan mencatat berbagai poin penting. Materi tersebut juga disertai contoh penerapan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Dalam penjelasannya, Dwi Ristanto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam dibangun di atas tiga pilar utama. Ketiga pilar tersebut adalah pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. “Deep Learning bukan sekadar membuat peserta didik memahami materi pelajaran, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, dilakukan dengan penuh kesadaran, dan berlangsung dalam suasana yang menggembirakan. Ketiga pilar inilah yang harus menjadi fondasi setiap guru dalam merancang pembelajaran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa guru perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi pengetahuan, berpikir kritis, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan. Dengan demikian, pembelajaran akan memberikan dampak yang lebih mendalam bagi perkembangan peserta didik.
Materi mengenai pembelajaran mendalam mendapat respons positif dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi konsep tersebut pada mata pelajaran yang berbeda. Dwi Ristanto menjelaskan bahwa setiap guru memiliki kebebasan berinovasi selama tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Ia juga mengajak guru untuk terus melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Diskusi berlangsung aktif hingga sesi pertama berakhir.
Memasuki sesi kedua, peserta memperoleh materi mengenai Integrasi Teknologi dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran yang disampaikan oleh Lily Auliya Puspita, S.Pd., M.Pd., dosen PGSD Universitas Tiga Serangkai. Dalam paparannya, Lily menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin dekat dengan dunia pendidikan. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan kreativitas guru dalam menyusun pembelajaran. Berbagai aplikasi berbasis AI diperkenalkan kepada peserta beserta contoh penggunaannya. Materi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Lily menegaskan bahwa penggunaan AI harus dipahami sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran guru. “Artificial Intelligence hadir untuk membantu guru menjadi lebih produktif dan kreatif. AI dapat dimanfaatkan dalam menyusun modul ajar, membuat media pembelajaran, menyusun soal evaluasi, hingga memberikan inspirasi aktivitas belajar. Namun, hasil yang baik hanya akan diperoleh jika guru mampu menyusun prompt yang tepat sesuai kebutuhan pembelajaran,” ungkapnya. Ia juga mengajak para guru untuk terus mengembangkan literasi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan AI secara bijak akan menjadi salah satu kompetensi penting guru masa depan.
Tidak hanya menerima teori, seluruh peserta juga mengikuti praktik penyusunan prompt menggunakan berbagai platform AI. Guru diminta membuat prompt sesuai mata pelajaran masing-masing untuk menghasilkan media pembelajaran yang menarik. Hasil praktik kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama agar peserta memperoleh masukan dari narasumber maupun rekan sejawat. Suasana pelatihan berlangsung dinamis karena para guru saling berbagi pengalaman dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan praktik ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta.
Guru Kimia SMAN 2 Karanganyar, Alimin, S.Pd., mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu guru dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan kami mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Saya menjadi lebih memahami cara menyusun prompt yang efektif sehingga dapat menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya. Ia menilai pemanfaatan AI akan membantu guru bekerja lebih efisien tanpa mengurangi kreativitas dalam mengajar. Selain itu, AI juga membuka banyak peluang inovasi dalam pembelajaran.
Selama kegiatan berlangsung, acara dipandu oleh Nanda Shiddiq Nur M., S.Pd., sebagai pembawa acara, sedangkan jalannya diskusi dimoderatori oleh Lilis Kusumawati, S.Pd., M.Pd. Keduanya mampu menjaga alur kegiatan tetap komunikatif dan interaktif sejak awal hingga akhir acara. Para peserta diberikan kesempatan berdiskusi secara langsung dengan narasumber sehingga suasana pelatihan terasa hidup. Berbagai pengalaman mengajar juga dibagikan sebagai bahan refleksi bersama. Hal tersebut semakin memperkaya wawasan peserta selama mengikuti IHT.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, SMAN 2 Karanganyar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Penguatan konsep pembelajaran mendalam yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu melahirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, bermakna, dan menyenangkan. Sekolah optimistis bahwa guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik. Semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang unggul. Dengan bekal tersebut, SMAN 2 Karanganyar terus berupaya mencetak lulusan yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.*(nanda)

Beri Komentar