
Ketua Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ika Inayati, M.Li., berfoto bersama Waka Humas SMAN 2 Karanganyar, Arietza Rosalina Frimasari, S.T., dan Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Karanganyar, Nanda Shiddiq Nur M., S.Pd., usai kegiatan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMAN 2 Karanganyar, Rabu (23/9/2026).
MANDALA JURNALIS – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan sosialisasi mengenai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi siswa-siswi kelas XII SMAN 2 Karanganyar, Kabupaten Karanganyar (Smandakra), Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang menghadirkan pembicara tunggal, Ika Inayati, MLi dari Balai Bahasa Jawa Tengah diharapkan mampu membekali para murid menjadi mahir dalam berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis.
Seperti diketahui, menjelang kelulusan para murid kelas XII di Smandakra dihadapkan pada pilihan krusial antara langsung bekerja atau melanjutkan kuliah. Menanggapi dilema masa depan ini, pihak sekolah didukung guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mengintegrasikan sosialisasi khusus UKBI sebagai strategi untuk membekali siswa agar tidak salah dalam menentukan langkah.
Kepala SMAN 2 Karanganyar, Sri Paminto, SS, MPd menyatakan kegiatan ini diinisiasi sebagai implementasi program literasi sekolah. Peserta didik diharapkan dapat menumbuhkankembangkan karakter dan budi pekerti, serta membangun budaya membaca dan menulis agar tercipta pembelajar sepanjang hayat.
“Budaya literasi di masyarakat dan khususnya generasi muda saat ini menurun. Sosialisasi UKBI diharapkan menjadi motivasi belajar literasi anak-anak,’’ jelas kepala sekolah saat didampingi Waka Humas, Ariezta Rosalina Frimasari, S.T.
Dijelaskan, bahwa kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan cerminan dari tingkat literasi generasi muda. Sertifikat UKBI dipandang bukan sekadar bukti formal kemahiran berbahasa, melainkan dokumen pendukung penting untuk mengukur kesiapan siswa dalam berkomunikasi di dunia akademik maupun lingkungan profesional setelah kelulusan nanti.
Sementara, Ika Inayati, MLi memberikan pemaparan komprehensif mengenai UKBI Adaptif. Dalam penjelasannya, pemateri menyampaikan bahwa UKBI kini dilaksanakan secara daring (online) dengan model adaptif. Melalui sistem ini, tingkat kesulitan soal yang dihadapi setiap siswa akan disesuaikan secara otomatis berdasarkan kemampuan merespons pada soal-soal sebelumnya. Dengan demikian, tes berjalan lebih efisien, andal, dan memiliki presisi tinggi.
Adapun materi yang disosialisasikan mencakup berbagai seksi ujian, mulai dari Sesi Mendengarkan untuk mengukur daya tangkap wacana lisan, sesi membaca untuk menilai pemahaman teks tertulis, hingga pemahaman menyeluruh terhadap kaidah tata bahasa Indonesia.
Didukung oleh pembawaan acara yang interaktif dari Nanda Shiddiq Nur M, S.Pd., para siswa kelas XII SMA Negeri 2 Karanganyar mengikuti jalannya sosialisasi dengan sangat aktif. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai teknis pendaftaran daring hingga tips meraih predikat tertinggi seperti “Sangat Unggul” atau “Istimewa”. Melalui agenda ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa kelas XII dapat mengikuti tes UKBI sesungguhnya dengan matang dan meraih hasil yang maksimal.*alya

Beri Komentar