
Karanganyar, 15 Januari 2026 — Keterkaitan antara dunia pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan calon pendidik yang adaptif terhadap dinamika pendidikan abad ke-21. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Karanganyar.
Selama hampir tiga bulan, sejak 1 September hingga 27 November 2025, sebanyak 34 mahasiswa FKIP UNS terlibat secara langsung dalam aktivitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Program ini menjadi sarana praktik mengajar dan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas peran guru, baik di dalam maupun di luar kelas.
Mahasiswa PLP berasal dari sepuluh program studi kependidikan, meliputi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Geografi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Biologi, serta Pendidikan Kewarganegaraan. Keberagaman latar belakang keilmuan ini memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan praktik pembelajaran lintas disiplin yang memperkaya iklim akademik di sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning. Tidak hanya mengajar, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan administrasi pembelajaran, pendampingan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta keterlibatan dalam berbagai agenda sekolah. Kehadiran mahasiswa dengan perspektif akademik yang segar turut memperkuat kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi.
Salah satu aspek yang menonjol dari pelaksanaan PLP di SMA Negeri 2 Karanganyar adalah penerapan inovasi pembelajaran berbasis deep learning. Pendekatan ini diwujudkan melalui pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), berkesadaran (mindful learning), serta menyenangkan (joyful learning). Mahasiswa memanfaatkan berbagai media pembelajaran, baik dua dimensi maupun tiga dimensi, permainan edukatif, serta teknologi digital seperti kuis interaktif untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pendekatan tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif dan kolaboratif, sekaligus membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Karanganyar, Sri Paminto, S.S, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa PLP FKIP UNS yang dinilai mampu membawa semangat baru dalam proses pembelajaran. Kehadiran mahasiswa dapat mendukung kegiatan akademik dan juga menjadi mitra bagi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
Kolaborasi antara FKIP UNS dan SMA Negeri 2 Karanganyar dalam pelaksanaan Program PLP sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai Pendidikan Berkualitas. Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, kegiatan praktik langsung di sekolah ini tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional, tetapi juga mendorong kontribusi nyata dalam peningkatan mutu SMA. Melalui pengalaman lapangan yang diperoleh selama PLP, mahasiswa FKIP UNS dibekali dasar yang kuat untuk menjadi pendidik yang reflektif, inovatif, dan berintegritas. Dengan demikian, berakhirnya program PLP diharapkan menjadi langkah awal dalam menyiapkan calon guru yang adaptif dan mampu berperan aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Oleh: Rizky Azzahra Amallia, Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi.

Beri Komentar