Jumat Religi SMAN 2 Karanganyar Tingkatkan Ketakwaan dan Karakter Siswa
Kegiatan Jumat Religi kembali dilaksanakan di SMAN 2 Karanganyar pada Jumat, 12 Desember 2025. Seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan rutin tersebut sesuai dengan agama masing-masing. Bagi siswa beragama Islam, kegiatan dipusatkan di masjid sekolah dengan menghadirkan narasumber Ustaz Burhan Sodiq, S.S. Sementara itu, siswa beragama Katolik melaksanakan kegiatan di Ruang Lab 3, dan siswa beragama Kristen mengikuti ibadah di Kelas XI F6.
Kepala SMAN 2 Karanganyar, Sri Paminto, S.S., M.Pd., hadir memberikan sambutan sebelum kegiatan dimulai. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Jumat Religi bertujuan meningkatkan ketakwaan seluruh warga sekolah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan nilai religius. Kepala sekolah juga menyampaikan pepatah bahwa hidup dengan ilmu akan lebih mudah, hidup dengan seni akan lebih indah, dan hidup dengan agama akan lebih terarah.
Kegiatan kajian untuk siswa beragama Islam berlangsung khidmat di masjid sekolah. Ustaz Burhan Sodiq, S.S., yang menjadi pengisi kajian, menyampaikan materi bertema “Menjadi Muslim Kalter”. Tema tersebut dipilih untuk mengajak siswa memahami identitas keislaman yang selaras dengan perkembangan zaman. Para siswa mengikuti kajian dengan antusias dan tertib.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Burhan menjelaskan tentang tiga bentuk kesabaran yang harus dimiliki seorang muslim. Pertama, sabar dalam menjalankan ibadah sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah. Kedua, sabar dalam menghadapi berbagai godaan maksiat yang kerap muncul di lingkungan sekitar. Ketiga, sabar dalam menerima musibah sebagai bagian dari ujian kehidupan. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami siswa.
Selain membahas kesabaran, Ustaz Burhan juga menguraikan konsep muslim kalter yang ia maksudkan. Ia menekankan bahwa seorang muslim harus memiliki pemikiran terbuka dan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan syariat agama. Remaja muslim, menurutnya, dapat beradaptasi dengan tren modern selama tetap menjaga batasan yang telah diajarkan dalam Islam. Pesan ini diharapkan dapat membimbing siswa dalam membentuk karakter religius yang relevan dengan era digital.
Di akhir kajiannya, Ustaz Burhan mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjadikan Allah sebagai tempat bergantung. Ia menyampaikan bahwa remaja kalcer tidak boleh menjauh dari nilai-nilai ketauhidan. Dengan ungkapan “we are nothing without Allah”, ia menegaskan bahwa keberhasilan hidup berawal dari kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Kegiatan Jumat Religi pun ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh siswa semakin mantap dalam menjalani kehidupan beragama.


Beri Komentar