Jumat, 17-04-2026

SMANDAKRA Beri Santunan Murid Kurang Mampu

Diterbitkan : - Kategori : Informasi

BANTUAN SEMBAKO diberikan pihak SMA Negeri 2 Karanganyar kepada beberapa murid dari keluarga kurang mampu dan anak yatim, Jumat (13/3/2026). Kegiatan sosial ini sebagai salah satu agenda praktik pihak sekolah, khususnya pada Ramadan 1447 H.

JURNALIS MANDALA – Kegiatan berbagi pada sesama di bulan Ramadan 1447 H kembali dilakukan keluarga besar SMA Negeri 2 Karanganyar (Smandakra). Bantuan sosial yang berupa sembako diberikan kepada beberapa murid dari keluarga kurang mampu dan anak yatim, Kamis dan Jumat (12-13 Maret 2026).

Saat itu ada sekitar 8 murid dari kelas X, XI, dan XII yang mendapat bantuan. Mereka tampak bahagia saat mendapat perhatian, suport, dan atensi dari pihak sekolah.

Kegiatan sosial serupa sebelumnya juga dilakukan oleh komunitas OSIS dan ekstrakurikuler Smandakra. Bantuan diberikan kepada anak-anak panti asuhan di Kecamatan Mojogedang dan Perumahan Ringin Asri Bejen Karanganyar.

Kepala SMA Negeri 2 Karanganyar, Sri Paminto mengatakan, sebenarnya bantuan yang diberikan belum bisa menjangkau seluruh murid dari keluarga kurang mampu. Jumlah bantuannya yang akan diberikan masih terbatas.

“Mohon maaf belum memberikan kepada seluruh murid, khususnya yang kurang mampu. Mudah-mudahan bantuan yang sedikit ini ada manfaatnya bagi mereka,’’ jelas kepala sekolah didampingi Waka Kesiswaan, Endang Supriyani, SPd kepada Jurnalis Mandala, kemarin.

Disebutkan, sumber dana untuk pengadaan bantuan adalah patungan dari guru dan karyawan Smandakra. Ia bersyukur gerakan peduli sosial ini mendapat respon baik dan dukungan dari keluarga besar Smandakra.

“Terima kasih kepada bapak ibu guru dan karyawan yang sudah menyedekahkan rejekinya untuk kegiatan ini. Semoga menjadi keberkahan semua. Aamiin,’’ tambahnya.

Sementara, Wahyu Anggara (17), siswa kelas XI F-10 bersyukur mendapat bantuan dari sekolah yang berupa sembako. Bantuan ini sangat berarti bagi Wahyu dan adiknya yang saat ini sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya.

Ayahnya sudah meninggal sejak ia usia dua tahun. Sementara ibunya meninggal 100 hari yang lalu. Kini Wahyu hanya tinggal berdua dengan seorang adiknya cowok yang saat ini sekolah kelas 5 SD.

“Kami tinggal berdua dengan adik. Masih ada keluarga sepupu yang tinggal di dekat rumah yang membantu kami,’’ terang  murid yang tinggal di Perumahan Bumi Saraswati Bejen Karanganyar.*(kipam)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

SMA Negeri 2 Karanganyar

  •     Jl. Ronggowarsito, Bejen, Kabupaten Karanganyar
  •    Telp. (0271) 495795
  •   info@smandakra.sch.id
SeputarWaktu.Com

STATISTIK PENGUNJUNG